Angga sudah berada di pesawat. Kembali ke Jerman. Satu masalah selesai. Menghela nafas sejenak dan tak lama dirinya sudah masuk ke alam mimpi. Sungguh hari-hari yang melelahkan selama di Indonesia. *** "Maafin mami, Ngga." Suara Arumi terdengar lirih merasa bersalah kala dirinya bisa terhubung dengan putra keduanya melalui telepon. Angga baru saja tiba di apartemennya di Jerman dan sedang duduk santai kala menerima permintaan maaf Arumi. "Mami gak nyangka Siska bisa berbuat seperti itu. Mengorbankan anaknya sendiri." Sambil menggelengkan kepala. "Gak ada yang perlu dimaafkan, Mi. Mami gak tau kan kalo teman Mami seperti itu." Angga menenangkan hati Maminya. "Ada hal yang mau mami kasih tau. Tapi mami mohon Kamu jangan marah ya." Lanjut Arumi ragu-ragu. Cepat atau lambat putranya juga

