Tubuh mungil Shreen yang tanpa sehelai benang menggeliat-geliat di bawah kungkungan tubuh besar Dav. Gerakannya seperti cacing kepanasan. Semakin keras Dav mengentak, semakin hebat tubuh mulus penuh keringat itu bergerak. Kulitnya terlihat berkilau tertimpa cahaya, erangan dan desahan tak putus terus meluncur dari mulutnya yang terbuka, mata terpejam rapat, kepala mendongak, kedua tangan memeluk kepala Dav, menekannya agar semakin dalam terbenam di dadanya. Setelah pulang dari rumah orang tua Dav, pemuda itu membawanya ke apartemennya. Awalnya mereka tidak ingin melakukannya, Dav hanya ingin menghiburnya, tak ingin mengantarnya pulang dalam keadaan kacau. Mata sembap, pipi dan cuping hidung memerah, dan jangan lupakan matanya yang tak henti mengeluarkan air mata. Bunda pasti akan bertany

