Dominic menidurkan Althea di kasur dengan perlahan dan lembut. Tatapan mereka tidak pernah beranjak dari iris satu sama lain. Althea bagai terhipnotis. Dia tidak dapat memikirkan hal lain selain betapa rupawannya wajah Dominic dan mencoba menerka arti iris gelap tak bertepi itu. Dominic mendekatkan wajahnya ke arah Althea dan mengecup keningnya lama. Turun ke hidung, pipi lalu bibirnya. Dia mengangkat kembali wajahnya dan tatapannya bertemu dengan tatapan Althea yang terlihat membara karena amarah. Wajahnya memerah dan bibirnya terkatup rapat. Dominic menyeringai. Kucing liarnya telah kembali. Althea seperti disiram air dingin saat dirasakan kecupan Dominic di bibirnya dan usapan di pinggangnya. Dia mengerjapkan matanya dan langsung menatap Dominic tajam. "Lepaskan aku Dominic!" Domin

