Isabela membuka matanya pelan. Mengerjap susah payah. Mengumpulkan jiwanya yang berserak. Dan seketika dia sadar dan mulai menjelajah. Ruangan yang begitu asing. Bukan butik Neneknya di pusat Manhattan. Bukan pula kamar tidurnya. Tangan Isabela bergerak dan mengusik seprai dari sutra yang sangat lembut. Mata Isabela memicing dan disambut pemandangan yang sangat asing. Seprai merah pekat yang sangat cantik beradu dengan tangannya yang putih pucat. Tiang tempat tidur berwarna hitam dengan tirai merah yang megah. Sebuah perpaduan yang gelap. Isabela beranjak bangun dan terkejut ketika menyadari kaki kirinya terikat sebuah rantai yang terhubung dengan salah satu tiang. "Apa-apaan ini? Siapa yang melakukan ini? Dimana aku?" Puluhan pertanyaan seakan beterbangan di depan mata Isabela membu

