PART 24

1104 Words

Isabela..." Isabela menoleh saat mendengar pintu dibuka dan Darell masuk ke dalam kamarnya. Pria itu terlihat sudah rapi dengan baju kantornya. "Kau boleh keluar dari kamar dan berjalan-jalan di sekitar rumah." Isabela terpaku. Sekali lagi Isabela berusaha mencerna apa maksud Darell berkata seperti itu. Dia menatap Darell yang melangkah ke arahnya. Dan seperti hari lalu, tangan Darell terulur meraih pinggang Isabela lembut dan membawanya mendekat. Perlakuan yang akan membuat wanita manapun di jagad raya ini merasa istimewa. "Adikku akan tinggal di sini beberapa waktu sebelum dia kembali ke Napoli. Sebenarnya aku tidak ingin dia kembali ke sana. Tapi, ada kewajibannya kepada kedua orangtuanya di kota itu." Isabela terdiam mendengarkan perkataan Darell. Wajah kedua orangtua Mateo melin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD