"Bela..." Isabela menatap Mateo dan menggumamkan kata hah yang tidak jelas. Dwyne yang menyetir mobil terlihat sangat berkonsentrasi manatap ke depan. "Tetaplah tersadar." Mateo mencium puncak kepala Isabela dan terus mengajaknya bicara. Isabela berulangkali menghela napasnya. Mateo merasakan sakit itu. Merasakan lelah itu. Isabela menegakkan badannya. Dia menatap ke depan. Merasa heran kenapa jalan bersalju itu sangat lengang. Atau mungkin karena suhu udara yang sangat dingin hingga orang-orang memilih berada di dalam rumah dengan mesin-mesin penghangat dan perapian? Tubuh Isabela semakin tegak. Selimut yang tersampir di lehernya sejak dia meninggalkan rumah Antonia masih membalut tubuhnya. Mateo berulang kali membenahinya agar Isabela tetap hangat. Perempatan jalan. Mobil Dwyne berh

