Isabela menatap iba ke arah Darell yang menolak berdiri dari bersimpuhnya. Mata pria itu menggenang airmata. Lalu airmata itu turun begitu saja dari sudut mata Darell menciptakan denyut menyakitkan pada d**a Isabela. "Darell...jangan seperti ini...aku tidak bisa menjalani cinta karena kasihan semata." Darell bergeming. "Kalau begitu...mati tidaklah buruk. Aku selalu menunggu akhir dari semua ini. Bersamamu atau mati. Tidak ada di dunia ini yang membuatku berat meninggalkannya isinya. Sekalipun hartaku yang bahkan tak bisa aku hitung seluruhnya..." "Darell. Jangan seperti ini. Selalu ada jalan untuk bangkit bukan?" "Kaulah jalanku Isabela. Dan saat kau memutuskan untuk menutup jalan itu, maka semuanya adalah sebuah akhir untukku." "Kau mencintai pemilik jantung ini, Darell...bukan aku

