Typonya banyak yaaak..tolong... "Tenanglah, Lou...sssh..." Isabela mengamit lengan Louisa yang masih terlihat penasaran dan menatap Darell dengan tatapan murka. "Tenang? Dia pikir dia siapa menciumku sembarangan, Bela." "Dia Darell, Kakak Mateo. Sekarang kita masuk dan biarkan Mateo yang bicara pada Darell." "Kekasihmu itu punya Kakak bar-bar seperti dia? Tidak salah?" "Tidak Lou. Lagipula ada apa dengan kalian?" "Tidak ada apa-apa. Kami berpapasan di depan lift dan aku...menumpahkan kopi panas..." Louisa memijit pelipisnya perlahan dan membayangkan kejadian tadi. Dia terburu-buru karena berpikir Bela sendirian di rumah sakit saat dia melihat Ayah Bela keluar dari hotel tapi menuju arah yang berbeda. Bukan ke rumah sakit. Louisa memang sengaja datang ke Napoli setelah mendengar kab
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


