Bab 94

1616 Words

“Tumbenan Pak Shan jam segini belum masuk kelas,” kata Kalila kepada Asia yang duduk di sampingnya. “Iya,” jawab Asia seraya menguap. “Kalau gitu, gue tidur dulu, deh. Nanti bangunin ya, kalau Pak Shan udah masuk kelas.” Asia merebahkan kepalanya ke lipatan tangannya di atas meja. “Iya,” balas Kalila seraya menepuk-nepuk kepala Asia pelan. Pagi ini, pagi-pagi sekali, Asia sudah pamit kepada Bi Darsiah. Asia tidak sempat pamit kepada Shankara karena dosennya itu mungkin masih tidur. Setelah itu, Asia langsung pergi ke rumah Kalila dengan naik ojol. Sesampainya di rumah Kalila, Asia sempat bercerita kepada sahabatnya itu mengenai apa yang terjadi semalam. Kalila merasa menyesal karena semalam dirinya—ataupun keluarganya—tidak ada yang sadar dengan suara ketukan di pintu gerbangnya, sehi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD