Bab 92

1128 Words

Asia berjalan menyusuri jalan raya. Awalnya ia hendak memesan taksi untuk pergi ke rumah Kalila. Asia merasa rumah Kalila adalah tempat yang bisa ia tuju di saat seperti ini. Namun, Asia baru ingat jika ponselnya dibanting oleh mama tirinya hingga rusak. Dan Asia tadi tidak sempat memungut ponselnya itu. Kini kepala Asia menoleh ke kanan dan kiri, mencari kendaraan umum ataupun taksi kosong yang bisa ia naiki. Hanya saja, tengah malam begini memang tidak ada kendaraan umum yang lewat. Taksi pun sulit Asia dapatkan. Asia melirik jam di pergelangan tangannya. Saat ini jam tengah menunjukkan pukul setengah satu malam. Keadaan pinggir jalan raya tampak agak sepi yang membuat Asia lumayan takut. Bagaimana kalau ada orang yang berbuat jahat kepada Asia? Memikirkan hal itu membuat Asia kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD