Shankara merasakan tarikan pada lengan kemejanya. “Papa,” panggil suara di belakang Shankara yang membuat Shankara sontak menoleh ke arah tersebut. Kini di belakang Shankara sudah ada Lavanya yang tengah memegangi lengan kemejanya. “Iya? Ada apa, Lavanya?” tanya Shankara. “Kenapa nggak ada Miss Asia sama Kak Kalila ya, Pa?” Shankara mengamati Lavanya dengan kening berkerut. “Nggak ada gimana maksudnya?” “Kan minggu kemarin sama minggu kemarinnya lagi kita ketemu sama Miss Asia dan Kak Kalila di mal ini. Kenapa hari ini kita nggak ketemu, ya?” tanyanya terdengar kecewa. “Padahal aku pengen main capit boneka sama mereka, Pa.” Ucapan Lavanya itu membuat Shankara kembali menatap ke arah di mana Asia dan Kalila pergi. Kedunya kini sudah tak tampak dalam pandangan Shankara. “Pa,” pang

