Visit Mama

1428 Words

Kyla masih asyik membaca novelnya saat Gibran tiba-tiba membuka mata. Senyum kecil itu tersungging di sudut bibirnya dan membuat Kyla mendengus pelan. “Bangun! Gue tahu lo udah sadar,” tuntutnya tiba-tiba. Gadis itu bahkan mulai berdiri dari tempat duduknya dan menatap Gibran dengan tangan yang bersedekap. “Bangun nggak! Gue masih banyak urusan yang harus gue kerjain!“ cecarnya lagi karena tidak berhasil membangunkan Gibran. “Gue bakal bayar lo.“ “Yang benar?!“ “Iya.“ “Emangnya lo mau bayar gue seberapa banyak?!“ Kini Kyla sudah tidak sok jual mahal karena dia bukan tipikal manusia yang akan menolak rezeki yang datang padanya secara cuma-cuma. Dia sadar hidupnya sangat membutuhkan uang dan Gibran yang menawarkan uang untuk pekerjaan sepele adalah berkah tersendiri untuknya. “Lo mau b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD