Makan Malam

1102 Words

"Nikah?!" pekikan Kyla membuat semua pelanggan yang ada di kafe langsung menoleh ke arahnya. Suara bisik-bisik itu membuatnya menunduk dan dia mengumpat pelan berkali-kali karena kecerobohannya. "Iya. Nikah." Gibran malah terlihat biasa-biasa saja saat merespon. Bahkan tidak nampak terganggu dengan kabar mendadak yang dia bawa. "Gue sebenarnya udah pingin ketemu sama lo dari jauh-jauh hari. Tapi ternyata waktunya nggak pernah pas. Karena dulu lo udah pernah janji sama gue, jadi gue berharap lo nggak bakal nolak tawaran gue. Ayo kita menikah." "Huh?!" Kyla masih mencoba mencerna kejadian ini. Meski dia itu murid pintar tetap saja kondisi seperti ini sangat tidak bisa dia prediksikan. Ditambah yang mengajaknya berbicara adalah manusia yang dia kenal paling serius di jagat raya. "Lo tahu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD