BAB 20

1363 Words

Kembalinya Orine ke dalam kehidupannya membuat Azel merasa dilema yang amat sangat. Pria bermata abu-abu itu menatap Orine dengan pandangan terkejutnya luar biasa dikarenakan wanita yang selalu ia ratapi kepergiannya beberapa tahun ini tiba-tiba saja hadir kembali di hadapannya.   "Letta, bisakah kau meninggalkan kami?"   Azel mendengar gumaman Letta dan setelahnya Orine melangkah maju dan memeluknya sambil berbisik, "Sayang, aku merindukanmu.."   Dengan cepat Azel melepaskan pelukan Orine dari tubuhnya dan menatap wanita itu tajam. "Bagaimana bisa?" Tanyanya dengan nada menahan emosi yang membeludak. "Bagaimana bisa kau masih hidup?!" Teriaknya sambil memperhatikan wanita bergaun selutut berwarna merah gelap dari ujung kaki hingga ke wajahnya. "Tidak. Tidak. Kau sudah mati, Orine

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD