Keputusan itu sudah dibuat dan begitu kata sekarang keluar dari mulut Pramasta, tidak ada lagi ruang untuk menariknya kembali. Irwan tidak menunggu. Tangannya langsung bergerak cepat di layar perangkat yang ia bawa. Jaringan internal terbuka. Folder yang selama ini disimpan rapat—dengan enkripsi berlapis—akhirnya disentuh untuk pertama kalinya tanpa pengaman terakhir. “Distribusi ke media dan otoritas hukum dalam tiga puluh detik,” lapornya singkat. Tiga puluh detik. Waktu yang terlalu singkat untuk sesuatu yang akan mengubah segalanya. Aiden tidak menghentikan. Ia hanya berdiri mengamati dan menilai. “Berani juga,” gumamnya pelan. Pramasta tidak menjawab. Namun matanya tidak lepas dari Aiden. Ia tahu kalau ini belum selesai. Detik berjalan. Hitung mundur dimulai. 29… 28… 27.. D

