LIMA PULUH DUA

1777 Words

"Kamu kok ada di sini?" tanya Faiz. Humairah menggelengkan kepalanya. "Disuruh masuk dong istrinya. Masa ditanya dulu." "Oh, iya." Faiz memegang tangan Humairah dan membawanya masuk ke dalam ruangan. Pintu kembali ia tutup saat mereka sudah berada di dalam. Mereka kini berdiri saling berhadapan. Tanpa ragu dan malu Humairah melangkah mendekati Faiz dan kemudian memeluk suaminya itu. Menempelkan kepalanya di d**a sang suami dan melingkarkan tangannya di pinggang Faiz. "Aku rindu kamu, Mas," ucap Humairah pelan tapi didengar oleh Faiz. Faiz membalas pelukan Humairah. "Iya, aku juga." Walau Faiz bingung dengan sikap Humairah yang tidak biasanya ini tapi tidak ia patahkan perkataan sang istri. Jadi balas saja bahwa ia juga merindukan istrinya. Meski sama sekali tidak ada rasa rindu ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD