DUA PULUH SEMBILAN

1274 Words

Humairah POV "Suamimu, mantan kekasihku." Bisikan wanita itu berhasil meremuk perasaanku. Saat dia pergi, air mataku pun jatuh. Tumpah begitu saja dan tak dapat aku tahan lagi. Rintikan air mataku menetes dan perlahan aku mengusapnya. Aku tidak tahu kenapa aku selemah ini. Rasanya sakit sekali setelah tahu wanita itu adalah mantan suamiku. Aku tak tahu apakah perkataanya jujur atau membohongiku. Entahlah. Namun, wanita itu berhasil membuat aku tertegun dan meneteskan air mata. Rasa khawatir cinta lama bersemi kembali akan menghadiri rumah tanggaku. Aku bimbang dalam rumah tanggaku tidak didasari oleh dua insan lagi, namun menjadi tiga. Kini aku merasa menyesal membuat wanita itu masuk ke dalam rumahku. Aku takut kedatangannya tak sekedar bermaksud bersilahturahmi. Jika iya, tidak mungki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD