Pistris

1193 Words

“Tidurlah, aku juga sebentar lagi akan tidur.” Leo memeluk Alana dengan erat. Alana mengajak Leo untuk tidur di kamarnya. Bukan karena maksud lain, tetapi agar pikiran Leo tidak terfokus pada strategi perang mereka. Mereka berdua hanya tidur, tidak melakukan hal lain. Leo sangat menghormati Alana sebagai seorang wanita. Ia tidak akan memanfaatkan situasi demi hawa nafsu belaka. “Aku tidak bisa tidur jika kau belum tidur,” ucap Alana pelan. “Karena aku takut akan terjadi sesuatu kepadamu. Aku tidak ingin itu terjadi, Leo.” Alana mengeratkan pelukannya. “Hei, harusnya aku yang melindungimu. Bukan kau yang melindungiku,” ucap Leo dengan suara pelan. Alana tersenyum kecil melihat wajah Leo. Hatinya sangat senang melihat wajah Leo sesukanya dan sepuasnya sekarang. “Tapi ada kalanya aku sebag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD