BRAK! Tanpa sadar, gelas itu terlepas dari genggaman Amel, lalu jatuh dan hancur berkeping-keping. "Ya Allah. Perasaan apa ini?" Amel meremas ujung bajunya kuat-kuat. Mendadak, firasat buruk menghampiri hatinya. "Nalen-dra ..." gumamnya lirih. Entah bayangan apa barusan itu, dia melihat sekelebat wajah Nalendra yang jauh di sana? Amel menatap kosong pecahan gelas yang berserakan di lantai. "Ya, Tuhan. Nona Muda!" Yati pun buru-buru datang ke dapur, setelah mendengar suara gaduh seperti ada yang pecah. "Apa yang ternyata di sini, Non?" Yati tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia melihat Amel, yang shock berat, sehingga tidak langsung menjawab pertanyaannya. Amel sedikit bersuara. Entah kata apa yang keluar barusan, Yati tidak bisa mendengarnya dengan jelas. "Biar saya saja

