Pukul tiga sore lewat dua puluh lima.menit. Nick membereskan mejanya, merapikan beberapa berkas yang sudah ditandatangani, mengembalikan bolpen dan pensil ke tempatnya yang terletak di sebelah kanan meja. Ia memiliki waktu selama lima menit untuk beres-beres sebelum menemui Vena untuk pulang bersama, dan lima menit itu sudah habis setelah mejanya rapi. Nick berdiri, merapikan setelannya kemudian keluar dari ruangannya Tak ada Vena di mejanya. Sepasang alis pirang Nick berkerut. Ke mana dia? Bukankah mereka sudah berjanji untuk pulang bersama? Astaga! Apa yang dipikirkan Vena? Dia terlihat aneh beberapa hari terakhir ini, Vena juga seakan menghindarinya. Nick menggeram. Ia marah. Selama ini tak ada seorang wanita pun yang melakukan ini padanya, Vena adalah yang pertama. Kedua tangan Nick

