STREETFOOD

1365 Words

"Hmm." Rizki juga tidak tahu apakah Danita akan melakukan yang tadi diancamkannya atau tidak. Kalau dia hanya makan sedikit dan dia pura-pura sakit perut awas saja dia. Tapi saat ini Rizki hanya tersenyum saja saat mereka memang sudah sampai di tempat buburnya. "Dua yah Mang. Seperti biasa." "Siaplah Bang Rizki. Wuuah, pamajikan anyar, heu? Anu kamari udahan, bukan?" Pertanyaan yang membuat Danita bisa menebak sesuatu meski dia tak paham artinya. Dan dia tersenyum penuh makna pada pria di sampingnya yang masih diajak ngobrol tukang bubur. "Hehehe, iya nih Mang." "Dihalalkeun atuh Bang Rizki nu ieuh mah stang tinggi, paur mun lepas deui." "Sudah Mang. Aman yang ini." Rizki hanya menimpali santai saja seperti itu di saat Danita masih meliriknya dan senyum-senyum penuh makna. "Apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD