"Tante ... Tante cantik banget, aku mau cantik kayak Tante." Alika menghambur ke pelukan begitu melihatku. "Alika, Sayang. Kamu juga cantik, kok." Aku membalas pelukannya, kulihat Bang Rian dan ibunya memasuki kamarku di mana aku sedang dirias walaupun hanya akad nikah tapi aku harus tampil istimewa. Begitulah kata Marisa, akhirnya aku hanya bisa pasrah saat para pegawainya datang dan meriasku. Tubuhku sudah berbalut kebaya cantik yang Bang Aldo pilihkan, rambut disanggul tinggi lalu ditutup kerudung panjang di mana sebagian ujungnya akan ditutupkan pada kepala Bang Aldo saat akad nikah nanti. Bukan sombong, hanya ada sisi hati yang memuji diri sendiri melihat wajahku di cermin. Aku cantik, karena memang seumur hidup tidak pernah memakai make up selain pelembab dan tabir surya saja.

