Duka Mario

1445 Words

POV Mario. "Kamu kenapa, Nak? Keliatannya frustasi gitu?" tanya Mama saat melihatku berdiri di depan ruangan Dina, kedai sudah tutup beberapa menit yang lalu. "Mah, ada yang mau Mario omongin. Serius," jawabku, membuat kedua alis Mama saling bertautan. "Ada apa?" tanyanya, aku menarik tangan Mama mengajaknya duduk di sofa sudut ruangan yang sudah ditinggalkan pemiliknya tanpa memberitahuku. "Mah, Dina minta putus," aduku. Mata Mama terbelalak. "Emang kenapa? Bukankah selama ini kalian baik-baik aja? Dina udah enggak berhubungan sama Firman 'kan?" Mama malah memberondongku. "Enggak, Mah. Ini enggak ada hubungannya sama Firman, tapi ... aku sendiri enggak tau, akhir-akhir ini dia kayak merasa enggak percaya diri. Dia selalu bilang kalau dia enggak pantas sama aku, dia bilang ... a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD