31. Suami-Istri

1183 Words

“Iya, dong. Arin harus fokus mendampingi kamu menyukseskan pemilu,” kata Ayah Fahri dengan santai sambil memotong daging. “Lagi pula sudah cukup Arin di sana. Sudah saatnya menjaga martabat keluarga.” “Sebagai suami, saya nggak keberatan. Arin bisa tetap megambil projek di perfilman, tapi tetap mempertimbangkan jadwal untuk mendampingi…” “Lagian Arin emang mau berhenti,” jelas Arin tanpa beban mempertegas yang membuat Bhumi sampai membelalak. Tak habis pikir dengan keputusan sang istri. “Arin…” Bhumi masih tercengang. Arin menoleh pada sang suami di hadapannya dengan tatapan yang tenang seolah tak terjadi apa-apa. Ralat, mungkin tatapan Arin adalah tatapan putus asa bagi Bhumi. Bahkan pria yang setiap waktunya seolah tak pernah memberikan respon berarti, kini justru menjadi yang paling

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD