30

1208 Words

Wanita itu mendekat dan bersiap menghujam pisau tersebut namun kutahan pisau tersebut sehingga mau tak mau aku harus berjuang menahan beda tajam itu. Darah dan rasa pedih bercucuran dan mulai mendera namun aku sekuat tenaga bertahan karena jika aku tidak bertahan maka putus aku pasti akan mati terbunuh. Laila menangis ketakutan dan terus manggil-manggil memohon pertolongan kepada siapa saja yang bisa mendengar kami. "Percuma, aku akan membunuh kalian semua wanita itu," desis wanita itu. Dalam kepanikan luar biasa tiba-tiba kelebatan peristiwa siang tadi di jalan tol timbul kembali diingatanku. Jika tidak salah wanita ini adalah ... Ya, dia wanita yang berdiri di jalan tol tadi. "Kau pasti suruhan Erika," seruku yang langsung menyentak pisau yang sama sama kami pegang hingga ia tersun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD