16

1219 Words

"Laila buka pintunya Nak," bujukku sambil mengetuk pintu kamarnya. "Aku gak lagi mau bicara dengan siapa pun Ma," jawabnya, " Biarkan Laila sendiri." Aku tak bisa memaksanya jika itu memang keinginan anakku, maka aku beranjak dari depan pintu kamarnya. Aku kembali ke bawah dan menemui asisten rumah tangga dan memintanya menyiapkan makan malam. "Ina, tolong ini dimasak ya," kataku sambil menunjukkan kantong berisi cumi dan sayuran. "Iya, Bu." Kemudian kutemui Mas Danu yang masih membisu di ruang tivi. Kuhempaskan diri di sampingnya lalu berkata, "Katanya Mas tidak akan bersama Erika lagi, nyatanya apa?" Ia masih membisu. " Mas menyuruhku menyiapkan kebutuhan untuk ke luar kota tapi Mas malah pergi belanja dengan wanita lain, dan membeli kebutuhannya," ujarku marah. "Tolong jangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD