37

1141 Words

Pintu rumah diketuk malam-malam dengan gencar dan keras. Aku yang saat itu telah lelap di peraduan, langsung tersentak bangun, mengumpulkan nyawa dan kesadaranku sembari bertanya-tanya, siapa yang sedang menggedor pintu. Kuturuni tangga dan kulihat dari monitor cctv ternyata Erika dan putriku di depan pintu. "Ada apa mereka malam-malam begini," gumamku dalam hati. Pintu terbuka dan raut kemarahan Erika nampak jelas di matanya. "Nih, aku kembalikan anakmu, aku gak sanggup buat pelihara dia lagi di rumahku." Kutatap wajah Laila dan Erika bergantian dengan raut heran. "Ada apa, bukannya baru tadi siang kau bilang akan berusaha menjadi ibu dan menjadi keluarga yang kompak?" "Dengar ya Sarah, aku telah menahan diriku untuk tidak memukul anakmu yang keterlaluan ini, jadi ambillah dia kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD