Hana tersadar dari posisi tak sadarkan dirinya. Merasakan kepalanya yang terasa benar-benar terasa pusing. Bahkan pandangan matanya saja seakan buram. Tapi, penampakan di depannya membuat ia seketika tersadar penuh. "Hallo, Hana ..." Hana sedikit kaget dengan siapa ia dihadapkan. Ya, seseorang yang pernah membuat hari-harinya selalu dipenuhi rasa kesal, seseorang yang pernah membuatnya celaka hingga nyaris kehilangan nyawa. Siapa lagi kalau bukan Alice. Wanita yang begitu kekeuh mempertahankan dirinya agar tetap bisa bersama Justin. Dia yang ternyata laksana seekor ular, licin dan licik. "Lepasin aku!" teriaknya berusaha melepaskan ikatan yang melilit kedua tagannya di belakang kursi. Rasanya menyakitkan. Apalagi ikatan tali di badannya, terasa perih saat benda itu tepat terikat di bagi

