BAB : 23

1202 Words

Dalam perjalanan, Justin hanya diam. Bahkan dia seolah tak berniat mengeluarkan sepatah katapun. Tak hanya itu, dia tak mengarahkan pandangannya pada Hana yang ada di sampingnya. Fokusnya hanya menatap jauh keluar kaca mobil. Hana yang cemas, seolah bingung harus berbuat apa sekarang. Mau bicara, takut. Diam, juga makin takut. Ayolah ... ia benci situasi ini. Hingga tiba-tiba saja fokusnya malah tertuju pada telapak tangan kiri Justin yang berbalut sapu tangan. Tapi mau bertanya, rasa takutnya kembali mucul. Bahkan sampai di rumah, situasinya masih sama. Dia hanya diam dan tak berkomentar. Turun dari mobil pun dia juga langsung turun dan melangkah menuju kamarnya. Sementara Hana hanya terhenti di ruang tengah, menatap hilangnya sosok itu. "Kamu berani nyari masalah, ya, sama Justin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD