Bangun dan langsung duduk seketika saat mengingat Hana. Tangannya mencengkeram bagian belakang kepalanya yang masih terasa sakit. "Je, kamu udah sadar, Nak?" pertanyaan itu muncul dari Arum. Justin seolah tak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan padanya. Segera beranjak dari tempat tidur dan menyambar ponsel miliknya. "Hana pasti nyariin aku," gumamnya masih terlihat kurang baik. Wajahnya masih terlihat lemas, begitupun ringisan yang masih terdengar di bibirnya sambil memegang kepalanya karena terasa sakit. "Mama mohon, jangan pergi dulu," harap Arum dengan sedikit memohon. Entah benar-benar tak perduli akan sosok kedua orang tuanya, atau malah masih kesal dan sengaja mengabaikan ... yang jelas saat ini di dalam otaknya tak ada pikiran lain selain Hana "Je, kamu mau kemana?!"

