Diam dan bersembunyi dibalik sebuah pohon besar dengan daun lebatnya yang menjuntai. Jantungnya berdetak begitu cepat, mengikuti irama napasnya yang berhembus cepat, begitupun keringat membasahi badannya. Tak dihiraukan lagi ketakutan di tengah gelapnya malam hutan belantara. Hana menyeka wajah berkeringatnya dengan lengan. Tapi seketika itu langsung meringis saat rasa perih menerpanya. "Aduh," lirihnya menahan sakit bercampur perih sambil meniup-niup luka itu dengan perlahan agar rasa itu reda. Ya, beberapa luka di tangannya akibat terkena serpihan kaca mobil, begitupun dengan rasa perih di pergelangan tangannya akibat ikatan tali yang ia tarik paka, kini mulai ia rasakan. Semakin ketakutan dan menyembunyikan dirinya dibalik pohon saat mendengar suara lolongan serigala. Ingin menang

