BAB : 21

1163 Words

Justin membuat seharinya jadi berantakan. Bahkan ia sampai minta ijin untuk pulang cepat dari sekolah karena rasa cemasnya. Jadi, perasaan apa yang ia tujukan pada Justin? Apa benar ini cinta? Atau hanya rasa nyaman yang kebetulan bisa diberikan Justin padanya? Ia tak ingin Justin kenapa-kenapa, makanya meminta untuk pulang dan istirahat di rumah. Setidaknya agar dia bisa menenangkan pikiran. Tapi apa? Baru saja menginjakkan kaki di rumah, keduanya malah dihadapkan pada Alice yang menyambut dengan wajah kesal. Bukan pada Justin, tapi padanya. "Kenapa kalian bisa pulang bareng?" tanyanya pada Alice dengan tampang sinis. "Tadi aku ..." "Jangan lupakan kalau dia istriku, jadi apa salahnya jika dia pulang denganku." Justin yang malah menjawab pertanyaan Alice. "Dan satu lagi. Aku sudah mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD