Setelah mereka melakukan hal yang biasa mereka lakukan Clarisa dengan manjanya duduk di pangkuan Adam.
" lalu apa rencanamu sayang, supaya kita tetap bersama ? " tanya Clarisa dengan manjanya.
"aku akan tetap menikah tapi kamu tahu jika denganmu pasti tidak akan boleh umur ku sudah kepala lebih,usiaku sudah matang orang tua ku juga ingin cucu, tapi aku juga tidak bisa durhaka karena mu, walau aku sangat mencintaimu " ucap Adam.
Merasa usaha Clarisa seakan tidak akan bertepi untuk menjadi istri Adam mrmbuatnya menghela nafas panjang dan pasrah.
" aku tahu kebusukanku dan aku tidak pantas untukmu " ucap Clarisa dan berlalu meninggalkan Adam.
Adam hanya mampu melihat pintu itu tertutup setelah kepergian Clarisa. Sejujurnya hati ini mendambanya namun fakta yang di dapatkan sungguh menyakitkan, Adam menganggap impas dia memenuhi kebutuhan biologisnya dan membayar Clarisa.
Adam meminta bell boy untuk mengantar sebotol anggur merah. Dia mulai menghisap rokoknya sambil menunggu Anggur merah permintaannya datang.
Seakan asap yang dia hembuskan melegakan batinnya yang penuh dengan tekanan, membaur dengan udara dan hilang lenyap.
Memang usahanya berjalan lancar namun percintaannya seakan belum menemukan dewi percintaan yang sesuai dengan kriterianya.
***
di tempat lain
Kondisi ibu Sofia masih terbaring tidak berdaya di dalam ruang perawatan. Sofia menatap nanar keadaan ibunya andai dia punya banyak uang pasti dia akan segera mencari pendonor ginjal yang cocok untuk ibunya.
drtt drttt drtt
telp handphone Sofia berdering ada panggilan.
" siang Sof, saya Marta teman ibu guru mu kamu ada waktu luang saat ini ?" tanya ibu Marta kepada Sofia.
" saya luang bu , ada perlu apa bu ? " tanya Sofia balik
" begini Sof, kita kurang personil untuk make up, dan kebetulan yang akan di make up adalah Clarisa dulu dia pernah kamu make upin kan, lha sekarang dia minta kamu juga untuk mempercantik dirinya , soalnya dia akan menjadi bintang utama di film terbarunya apa kamu bisa siang ini bekerja Sof ? " tanya Bu Marta lagi.
" bisa bu, alamatnya di mana bu, saya akan segera kesana ?" ucap Sofia
" baik Sof, kamu memang terbaik, saya kirim lokasinya ya Sof , " ucap Ibu Marta dan menutup telpnya.
Sofia segera membasuh dirinya dan bersiap untuk pergi bekerja, dia pamit kepada ibunya.
" ibu, sofia bekerja dulu, ibu baik-baik disini ya, semoga Tuhan memberikan mujizatnya dan aku bisa bertemu dengan orang baik untuk mendonorkan ginjalnya kepada ibu " ucap Sofia dan mencium tangan ibunya yang masih tidak sadarkan diri.