PROLOG

1042 Words
Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi, begitu dalam untuk jiwa yang mati... sepenggal lirik lagu itu di nyanyikan Sofia yang akan berangkat menuju sekolahnya. Ya dia seorang jomblo bahagia, walau ada yang meliriknya namun itu pun di abaikan oleh Sofia. Sofia mengikuti pelajarannya dengan semangat karena dia akan mengahkiri semester pertama di kelas 3 nya. Dan sebentar lagi anak-anak kelas 3 akan memgikuti ujian ahkir sekolah. Membuat Sofia senang bukan kepalang ahkirnya dia bisa segera bekerja setelah lulus nanti. Karena dia ingin bekerja di sebuah butik yang kemarin dia magang di sana. Membuatnya ingin segera melepas pakaian seragam putih abu-abunya dan segera bekerja. Itulah keinginan Sofia. Ibu Sofia Mariyatun sedang menjahit pesanan pelanggannya yang di buru waktu karena akan di pakai lusa baju itu. Dia selalu lupa makan dan bahkan lupa minum, tidak memperdulikan kesehatannya. Sofia hanya bisa membantu selepas pulang sekolah, padahal yang harus di selesaikan beberapa potong baju. Ibu Sofia sangat rajin dalam menjahit sehingga banyak pelanggan yang mempercayakan jahitannya kepada ibu Sofia. Begitupun Sofia dia dengan rajin membantu ibunya bekerja karena dari hasil jahitanlah mereka bisa hidup saat ayah Sofia harus berpulang ke jannahnya. Menjadi single mom Maryatun tidak pernah mengeluh ataupun merasa dirinya seorang yang sengsara hanya karena ditinggal suaminya meninggal. Baginya ini adalah takdir yang harus di hadapi. Menghidupi anak semata wayangnya adalah hal yang harus dia lakukan. Karena hanya anaknyalah keluarganya. Namun tubuh dan jiwa Maryatun sudah tidak selaras lagi. Jiwa dan hatinya ingin bekerja terus tapi apa daya dia di berikan sakit yaitu gagal ginjal membuatnya harus cuci darah 2 minggu sekali. Untung ada orang baik yang menyarankan untuk mengikuti asuransi kesehatan sehingga dia tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk cuci darah. ya Tuhan jika Kau ijinkan, ijinkan aku hidup sampai Sofia menamatkan sekolah SMA nya ini. Aku tahu tubuh ini sudah tidak akan kuat lagi, namun Sofia di dunia ini seorang diri. Jaga dia Tuhan dalam segala tindakannya tingkah lakunya dan ucapannya supaya dia bisa dan mampu menjalani hari-hari depan yang penuh dengan harapan. Hari-hari yang sudah Kau sediakan untuknya mengarungi hidup. Kau yang menciptakan Sofia sedemikian rupa, Kau yang membentuknya dalam rahimku, dan aku berbahagia di sebut ibu olehnya, jika aku tiada bantu Dia ya Allah. doa seorang ibu untuk Sofia. Yang dia sendiri tidak tahu kapan kematiannya akan menjemputnya. Sofia selepas pulang sekolah di jemput oleh Anton kakak kelasnya yang sudah lebih dulu lulus. Dia menyimpan rasa sukanya kepada Sofia. Baginya hidup dekat dengan Sofia adalah suatu kebangaan Walau Sofia tidak pintar berdandan namun dia mampu menampilkan wajah cerianya yang bisa merubah seseorang yang murung menjadi bahagia jika di dekatnya. "Sof, ayo jalan " ajak Anton kepada Sofia. " siap kakak " ucap Sofia sambil membonceng Anton dengan motor Anton yang model lawas itu tanpa melihat kemewahan. Baginya tumpangan untuk sampai kerumah dengan gratis adalah berkat tersendiri. Dari pada jalan kaki ataupun naik bis kota ya lebih baik boncengan motor. " sof mau makan apa kamu hari ini " tanya Anton dengan serius. " mie ayam kak " jawab Sofia. " mie lagi? " tanya Anton lagi " ya udah bakso kak " ucap Sofia. " sama aja bakulnya, kalau belinya gak mie ya bakso Sof " ucap Anton cengegesan. " kan gak repotin kakak, kalau aku minta pizza kan kemahalan gak kenyang lagi, kalau bakso di tambah nasi sehat badan ku kak " Jawab Sofia. " dasar tukang makan banyak " Anton " biarin dari pada makan ati gak bikin gemuk " Ujar Sofia santai. Sesampainya di warung bakso mereka memesan bakso dan seperti biasa Sofia menambah nasi supaya kenyang. Anton yang melihat hal itu hanya geleng-geleng kepalanya, baginya sangat lucu wanita di depannya ini makan banyak tapi tubuh tetap kurus bahkan terlihat tanpa asupan gizi. Anton sangat bahagia melihat senyum manis Sofia yang terlihat sangat cantik. Membuat dia ingin memakan senyumannya yang menggemaskan itu. *** Adam saat ini tengah menyelesaikan pekerjaannya, begitu banyak pekerjaan yang harus dia tandatangani. Karena bulan-bulan ini adalah peak session liburan dan acara hajatan. Membuat beberapa hotelnya begitu rame sekali. Sehingga pengeluaranpun juga banyak. Adam sangat teliti dalam bekerja , pekerjaan nya terbilang sangat rapi tanpa cela. Itulah yang membuat orang percaya acara-acara besar mereka di adakan di ballroom hotel Adam. Adam memiliki kekasih seorang Artis yang terkenal dia bernama Clarisa Larasasti. Memiliki paras elok dan sangat sexy. Tubuhnya sangat berisi dan sunggu sangat menyenangkan jika di sentuh. Membayangkan saja siapapun ingin menikmati setiap lekuk tubuhnya.Bahkan banyak para pejabat yang ingin merasakan tubuhnya sampai mereka berani membayarnya semalam saja 100 juta. Hal itu sudah umum dan lumrah. Adam sebenarnya mencintai Clarisa apa adanya tanpa tahu kebusukan Clarisa dia menutup mata dengan segala hal isu ataupun gosip yang menerpa Clarisa baginya kepuasan saat bersama Clarisa sudah cukup. Clarisa adalah wanita yang tidak pernah merasa cukup. Dia selalu di beri uang Adam lebih dari kata cukup. Namun dia tetap masih menjajakan dirinya dan kepada para tua-tua keladi. Uang yang di berikan Adam baginya adalah uang recehan. Adam memang seorang pengusaha tapi perusahaan itu milik orang tuanya dan dia juga memang harus tetap berhemat dengan uangnya. Makanya dia sangat pelit terhadap Clarisa walau menurut Adam itu sudah lebih dari cukup untuk hidup Clarisa. Adam saat ini sangat lelah dia menelpon Clarisa untuk datang ke hotelnya karena hanya Clarisalah yang mampu membuatnya lebih bersemangat setelah seharian ini dia lelah. Clarisa tetap bertahan dengan Adam karena dia punya rencana untuk menguasai harta keluarga Adam. Adam menelpon Clarisa deringan pertama langsung di angkat oleh Clarisa. " sayang ,kamu di mana ? "tanya Adam. " aku sedang ambil gambar di daerah kemayoran " jawab Clarisa. " jam berapa selesai ?" Adam " sekitar 1 jam lagi, ada apa ?" tanya Clarisa. " aku merindukanmu ,karena aku sangat lelah, kamu tahukan kamu adalah tempatku berpulang saat aku lelah sayang, aku butuh kamu saat ini " ucap Adam. " oke satu setengah jam lagi aku sampai hotel mu sayang " jawab Clarisa. " baik muach " Adam mengagkiri panggilannya. Bagi Adam, Clarisa adalah separuh dirinya. Separuh jiwanya , separuh hidupnya. Hanya dia yang bisa membuat nyawanya selalu full. Percintaan dengan Clarisa yang hanya setahun itu membuat dia selalu melayang dengan kata-kata manisnya dan juga kehangatan ranjangnya. Walau tanpa pernikahan mereka melakukan hubungan suami istri tapi tidak masalah bagi keduanya karena hal itu sangat menyenangkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD