Pagi itu cerah ketika Melissa berlari cepat meninggalkan sekolah dan mengayuh sepedanya dengan terburu-buru untuk sampai di danau. Ia tersenyum saat merasakan herpaan angin menyapu lembut wajahnya. Jalanan kosong di depan seakan terbuka lebar untuknya. Ia menatap ke sekelilingnya untuk menyaksikan deretan pohon yang berdiri di kedua bahu jalan dan pemandangan indah kaki bukit di kejauhan. Ia kemudian mengayuh sepedanya lebih cepat, membawa sepeda itu menyusuri jembatan panjang yang menunggu di depan dan melewati terowongan di dekat anak sungai. Tiba ketika ia berhasil sampai di dekat danau, Melissa membiarkan sepedanya tergeletak di dekat pohon oak besar kemudian berlari melewati lubang besar pada pagar kawatnya. Permukaan danau yang kian menghitam tampak tenang sebelum Melissa meraih se

