“Itu sudah sepuluh tahun berlalu, tapi rasanya baru terjadi kemarin. Aku tidak pernah melupakan apa yang dia katakan padaku, bahwa: ruang angkasa adalah sebuah pabrik misteri yang harus digali. Itu membatu kita untuk memahami dari mana kita berasal dan bagaimana kita akan berakhir. Itu menunjukkan pada kita siapa diri kita dan bagaimana posisi kita di alam ini.” Melissa menatap mermukaan meja kayu yang diletakkan di antara kursinya dengan kursi lain di seberang. Seorang pria bernama Tom menempatinya. Laki-laki itu memiliki sepasang mata gelap yang intens dan raut wajah serius ketika mendengarkan setiap kalimat yang di sampaikannya. Selama dua puluh menit terakhir Tom duduk di atas kursi itu sembari menyilangkan kakinya. Tiga lampu dari beberapa sudut ruangan yang dinyalakan menyorot waja

