Bab 22 Keputusan Calista POV Saat menjelang sore hari sembari menunggu ayah yang selalu sibuk dengan kegiatan bisnisnya. Aku lagi-lagi melamun di sini. Lebih tepatnya di halaman belakang rumah ku yang asri. Ada pepohonan perdu yang membuat suasana menjadi sejuk saat angin semilir berhembus. Seharusnya suasana seperti ini mampu membuat suasana hati ku menjadi tenang. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Aku berusaha mengurangi benang kusut yang ada di depan mata ku, tapi semakin aku coba menjabarkannya semuanya semakin rumit. Jangan lupa dengan sikap diktator Daniel yang sangat menyebalkan. Terkadang aku berpikir apakah pria itu baik atau tidak. Mengingat reputasi Daniel yang cemerlang bagai lampu neon dan masih saja dia mau mengurus hal-hal remeh yang terjadi. Kalau dia hendak me

