Bab 34 Jika Kesempatan itu Ada Menjadi lemah dan pengecut seperti nya harus di kubur dalam-dalam oleh Calista. Sampai sejauh mana dia akan berdamai dengan masa lalu yang senantiasa datang seolah memaksanya harus tetap tertahan. Kenangan-kenangan itu membawanya ke titik terlemahnya. Iya, dia sudah memaafkan Maura atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu. Andai saat itu Calista menolong adiknya Maura, tak akan ada jiwa yang akan tersakiti. Andai dan andai, setiap manusia pasti selalau membandingkan jika mereka bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki keadaan. Tapi itu semua telah terjadi, ibarat nasi sudah jadi menjadi bubur dan tak akan bisa kembali lagi menjadi nasi. Calista hanya dapat mengenang semua dan memutar potongan-potongan kenangan itu dalam benaknya. Jujur,

