Bab 32. Pilihan

1271 Words

Bab 32 Pilihan Daniel menatap wajah Calista yang masih tertidur. Sejak operasi gadis itu belum juga ingin membuka matanya. Apakah gadis itu tak mau menemui nya? Kenangan-kenangan yang tercipta secara tak sengaja di masa lampau membuat Daniel tersenyum lemah. "Maaf saya menganggu waktu istirahat Anda, Tuan Xavier," ucap Daniel sambil mengelus jemari Calista. Daniel tahu ini bukanlah saat yang tepat tapi menunggu waktu yang tepat pun dia tak akan mampu. "Saya bukan tipe pria yang suka berbasa-basi tuan, saya ingin melamar Calista tepat di hadapan Ayahnya." Ayah Calista memandang Daniel sejenak. Ada rasa haru dan kagum dengan keberanian pemuda di depannya ini. "Apakah kamu bisa memberikan kebahagiaan pada putri kecil ku ini?" Ayah Calista memandang sendu ke arah putri nya yang masih bel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD