Abi membawa Ilona pada pukul satu pagi. Setelah meminjam motor pada temannya, Abi segera membawa Ilona pergi. Perempuan itu tidak berkata apapun dari saat Abi mengacaknya pergi. Mulutnya seperti terkunci sejak tadi pagi. Abi hanya meyakinkan kalau Ilona tetap makan, karena dia takut Ilona sakit seperti beberapa hari lalu. Motor yang Abi kendarai melaju dengan kecepatan sedang melalui jalan protokol di Jakarta. Tangan perempuan itu memeluknya dengan erat, seakan masih tidak mau berpisah. Abi menghela napas dan tetap fokus pada apa yang sudah ia rencanakan dengan Arya. Semuanya sudah terasa sangat sempurna dan kemungkinan gagal satu persen. Sangat amat sedikit. Setelah sampai di sebuah tempat Abi mencoba menghubungi Arya. Beberapa kali ia mencoba menghubungi pria itu, tapi tidak ada jaw

