Bab 13. Ibu Mertua Idaman

1348 Words

Langkah kaki itu berhenti tepat di batas lantai marmer ruang makan. Sosok pria berwajah sangat tampan lah yang berdiri di sana. Dia mengenakan kemeja yang terbuka tiga kancing atasnya, memberikan kesan santai tapi tetap elegan. Atena membeku. Dunianya seolah berputar. Pria itu adalah sosok yang paling dia hindari selama masa magangnya di perusahaan properti terkemuka setahun yang lalu. "Kok Pak Rafael bisa ada di sini?" celetuk Atena tanpa sadar, suaranya bergetar antara bingung dan ngeri. Pria yang dipanggil Rafael itu tersenyum lebar — senyum yang selalu dianggap Atena sebagai senyum playboy tebar pesona. "Seharusnya aku yang bertanya, Atena. Kenapa kamu bisa ada di rumahku? Duduk bersama Papi, Mami dan saudara kembarku." "Hah ...? Di rumah Pak Rafael? Saudara kembar?" Mata Aten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD