Bab 9. Diangkat Lalu Dijatuhkan

1228 Words

"Ada apa Atena?" tanya Romeo lagi. Itu karena Atena belum menjawab, dia masih terus terisak, suaranya yang serak karena terlalu lama menangis terdengar menyayat hati. Romeo hanya bisa menatapnya dengan perasaan bersalah yang kini meledak sepenuhnya di dalam d**a. Pria itu menyadari satu hal, jika dia lebih suka Atena yang nakal dan menggodanya daripada Atena yang diam dan menangis seperti ini. Atena mengusap air matanya dengan punggunng tangan, lalu menatap wajah Romeo dengan mata yang sangat sembab dan hidung yang memerah sempurna. Bibirnya bergetar sebelum akhirnya kalimat itu keluar. "Kucing aku mati, Bang. Kucing aku sepertinya diracun sama Mama." Romeo tertegun. Mata pria itu berkedip berkali-kali, otaknya yang biasanya cepat memproses rumus dan teori kini seolah hang seketik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD