Chapter 19

1191 Words

Sela memasuki kamar nya dengan wajah cemberut. Merasa kesal. Dari tadi kesal mulu, untung masih muda. "Bisa bisa nya ngerokok! Ngapain coba segala ngerokok gitu."ocehnya, ia masih tidak suka melihat Reyhan mengisap nikotin itu. Walaupun jarang. "Udah tau bahaya. Nggak sayang diri sendiri tuh begitu."kesalnya. "Awas aja kalo gue liat dia ngerokok lagi! Gue buang ke Amazon." Setelah mengatakan itu,perutnya bergejolak tidak enak. "Eh, iya maaf sayang. Nggak jadi buna buang kok papa nya."ujar Sela mengusap perutnya. "Kamu kenapa sih? Berpihak nya sama papa mulu. Buna dong! Nggak ada temen nih buna nya."kata Sela, mengoceh sendirian. "Besok besok pihaknya ke buna ya? Jangan ke papa." Tiba tiba sebuah tangan melingkar di perut Sela, membuat Sela tersentak kaget. "Jangan mau, buna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD