Chapter 21

1291 Words

"Kata orang akan selalu ada pelangi di balik badai, dan aku akan selalu siap menunggu bersama mu sampai kita menemukan sang pelangi." —Reyhan Juan. Perlahan Reyhan membuka matanya, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Bau obat obatan khas rumah sakit langsung menyerang Indra penciuman nya. Rasanya tubuh Reyhan sakit semua. Bahkan kepala pun merasa sangat pusing. Dia benar-benar ada di rumah sakit, jadi yang semalam itu nyata? Yang ia ingat adalah teriakan Sela. Omong omong tentang Sela, dimana dia? "Arghh."ringis Reyhan saat mencoba akan bangkit dari tempat tidur. "Rey?! Kamu udah sadar sayang?!" Reyhan mendongakkan kepalanya. "Bunda?" "Iya sayang, mana yang sakit? Bunda panggil dokter dulu ya?"ucap Resa terdengar sangat khawatir. "Sela.." Resa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD