Chapter 15

1450 Words

Reyhan membuka matanya, tangan nya terasa sangat pegal. Bagaimana tidak, ia tidur dengan lengan yang di jadikan bantalan oleh Sela. Ini permintaan Sela agar mereka tidur satu ranjang, untungnya ranjang rumah sakit tidak terlalu kecil. Tadinya Reyhan tidak mau, karena takut membuat tidur Sela tidak nyaman, tapi Sela mengancam, kalau tidak mau, ia akan nekat pulang sendirian. Lihat, betapa nakalnya istri kecil Reyhan. Reyhan mengelus rambut Sela yang masih terlelap damai dalam pelukan nya. "Bisa bisanya kamu buat saya tidak berdaya seperti ini, Selatania."kekeh Reyhan. Selatania Belliza, perempuan berambut sebahu ini selalu bisa membuat Reyhan tidak bisa berkutik. Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk mereka. Tidur Sela terganggu karena usapan halus dari Reyhan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD