Bab 42

1031 Words

Saat semua teman-temannya sudah berlalu pergi Nadia masih menunggu di sana, padahal ia sudah mengatakan pada sang supir untuk datang lebih cepat sebelum jam pulang, karena ia malas sekali menunggu. Sampai sekitar lima belas menit lebih si supir juga belum menampakkan barang hidungnya yang membuat Nadia gelisah, bahkan berulang kali menghubungi juga tak dijawab sama sekali. "Mana sih nih, kebiasaan kalau ngaret," gerutu Nadia dengan wajah yang terlihat kesal. Ketika Nadia menunggu di sana dengan sebal, sebuah mobil berhenti di depannya, bukan mobil yang dikendarai si supir tapi mobil lain. Nadia malas jika pemilik mobil itu yang tak lain Gery mengatakan sesuatu padanya, saat ini ia sedang malas berbicara dengan siapapun yang ia inginkan hanya pulang ke rumah. "Ngapain kamu di sini? Ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD