Sily menarik-narik dress birunya yang sangat tidak nyaman. Bukannya apa, memang pas sekali di tubuhnya, tapi apa tidak terlalu terbuka? Pundaknya yang polos terlihat putih dan dingin karena angin malam. Sily mendengkus. "Irga! Ini baju apaan, sih?! Sily gak betah!" Irga yang tengah membuka pintu mobil langsung menoleh. "Yaelah, Sil. Pakai sebentar aja. Cuma 3 jam, kok. Lagian itu dress punya Mba Tika. Dress paling cantik. Lihat, tuh! Kamu cantik banget." Sily menghela napas berat, lalu masuk ke mobil dengan wajah masam. "Udah, jangan cemberut gitu. Nanti aku turunin di hutan, mau?" "Turunin aja! Nanti Sily bilangin Om dok–" Sily menghentikan ucapannya lalu memalingkan wajahnya ke luar jendela. Irga melirik Sily sebentar sebelum akhirnya cowok itu melajukan mobilnya. Selama di perjalan

