kebencian

1068 Words
"Ma ... Pernikahanku dan Kavya tidak terasa sudah sebulan. Besok aku mengadakan resepsi pernikahanku di hotel bintang 5 di pusat kota dengan para kolega perusahaanku. Aku harus melakukan ini demi nama baik perusahaan. Aku tidak mau orang lain berpikir bahwa aku memiliki wanita simpanan. Mama dan Papa harus datang jika masih menyayangiku. Dukungan kalian sangat penting untukku," pria itu memberanikan diri datang ke rumah orang tuanya untuk memberitahu resepsi pernikahan mereka yang tertutup hanya para kolega perusahaan di undang membersihkan nama baik mereka. Helsi mendengar penuturan itu memaki dalam hati untuk keputusan Fengying yang terburu-buru. Perih di hatinya belum sembuh setelah pernikahan Fengying dan sekarang mereka mengadakan resepsi menunjukkan pada dunia bahwa mereka sudah menikah. Kali ini Fengying membuat keputusan secara sepihak melebarkan luka yang sudah teriris dengan pernikahannya dulu dan sekarang menimbulkan luka baru lagi. Wanita paruh baya itu begitu muak dengan apa yang terjadi, kebenciannya semakin membara pada Kavya mengacaukan kebahagian keluarganya. Helsi memutar otaknya bersikap tenang penuh ambisi. Ini saatnya dia harus berakting demi menjauhkan Kavya dari hidup anaknya yang menjadi benalu. "Kami pasti akan datang di resepsi kalian. Mama tidak akan membiarkanmu kesepian di atas panggung di hari yang sudah kau nantikan selama bertahun-tahun," jawab Helsi memainkan perannya dengan baik. Fengying tersenyum puas mendengar jawaban yang sudah di tunggunya keluar dari mulut Helsi. "Mama mau menerima Kavya sebagai istriku?" tanya Fengying antusias. "Mau bagaimana lagi Fengying kau sudah nembuat keputusan tapi Mama minta satu hal untukmu dan aku ingin kau menyetujui permintaanku." Helsi tak mau lagi anaknya bersama Kavya, ia sudah mempunyai rencana yang akan membuat rumah tangganya goyah. "Fengying pasti akan menyetujui permintaan Mama asal besok Mama datang ya sama Papa," pinta Fengying memohon padanya dan Helsi hanya bisa tersenyum menepuk punggung anaknya yang menaruh kepala di pahanya. Wanita itu tidak bisa melihat anaknya memohon dan Kavya mengendalikan anaknya. "Mama mau kau tinggal di rumah ini bersama Kavya. Mungkin saja jika Mama dan Kavya satu atap bisa mengakrabkan kami." Hanya itu permintaannya, Helsi akan mudah menjalankan rencananya jika mereka satu atap. Ia akan membuat wanita itu menderita sama seperti rasa sakitnya selama bertahun-tahun kehilangan saudaranya. "Itu permintaan yang terlalu mudah untuk Fengying. Kami akan tinggal di rumah ini dan Kavya pasti akan setuju. Mama tenang saja aku akan membicarakan ini dengan Kavya." Dia tersenyum puas dengan permintaan ibunya. Fengying terlalu bahagia mendengarnya hari ini, langkah awal untuk memulai mendamaikan wanita yang penting dalam hidupnya. Pria itu pamit pulang pada orang tuanya, ia meninggalkan kediaman rumah itu penuh percaya diri tidak sanggup untuk membicarakan ini dengan istrinya. "Kavya aku punya kabar baik untukmu Mama menyetujui resepsi pernikahan kita besok dan dia akan datang bersama Papa," teriak Fengying setelah tiba di dapur dan meihat istrinya bergelut membuat masakan enak untuk suaminya. Kabar bahagia itu membuat Kavya menghentikan aktivitasnya dan menghampiri suaminya merasa terharu. Akhirnya Kavya bisa tersenyum selebar ini setelah bertahun-tahun bersama Fengying, kabar baik ini akan menjadi sejarah pertama kalinya dalam percintaan mereka. "Benarkah itu Fengying? Apa aku tidak salah dengar Mama sudah menerimaku? Aku terlalu bahagia untuk ini. Akhirnya Mama bisa menerimaku, terima kasih, terima kasih Fengying," girang Kavya melompat ke pelukan suaminya kemudian memeluk erat tubuh kokoh pria itu. "Iya, Sayang. Kabar baiknya lagi Mama meminta kita tinggal bersamanya. Ini berita yang bagus juga, kan?" Fengying tidak kuasa menahan bibirnya itu untuk tidak memberitahu kabar itu lagi. Berita kedua yang Fengying katakan membuat Kavya terkejut setengah mati. Dengan mereka tinggal bersama bisa saja sesuatu yang buruk terjadi. Jujur saja, ada keraguan dengan kabar yang suaminya bawa karena ia tidak percaya bagaimana mungkin Helsi semudah ini mau menerima ia kembali dengan semua kebencian yang Helsi lontarkan. "Fengying aku rasa kita lebih baik tinggal di sini saja. Kita sudah berumah tangga dan tinggal mandiri tidak menyulitkan orang tua adalah pilihan terbaik. " Kavya melepas pelukannya berbicara dengan hati-hati agar Fengying tidak tersinggung. "Ini syarat Mama untuk datang ke resepsi pernikahan kita besok. Dia mau kita tinggal bersamanya." "Aku tidak bisa Fengying. Jujur saja aku sangat takut hal lebih buruk terjadi jika kita tinggal di sana. Kau tahu kan bagaimana mungkin Mama semudah itu mau menerimaku bahkan sudah bertahun-tahun Mama selama ini membenciku dan sekarang Mama malah meminta kita tinggal bersama." Kavya berbicara murung bukannya ia berburuk sangka tapi lihat saja fakta yang terjadi kebencian yang mendalam tidak mungkin semudah itu surut. "Kau tidak boleh berpikiran buruk begitu pada mamaku, Kavya! Mungkin saja dia sudah berubah dan mau menerimamu karena aku ini adalah anaknya. Dengarkan aku, sayang! Ada aku di sana aku pasti akan selalu mempercayaimu. Kau jangan kKavyatir aku akan menjagamu di sana," kata Fengying menghibur istrinya lagi, ia menunjukkan ekspresi serius padanya. Fengying akan memastikan istrinya akan baik-baik saja. "Ta-tapi ...." sebelum Kavya melanjutkan kata, jari telunjuk Fengying sudah lebih dulu di bibir istrinya. "Bibirmu ini jangan berbicara lagi. Aku tidak suka di bantah kau hanya perlu mengikuti perintahku. Aku Fengying akan selalu mempercayai dan memihakmu," jawab Kavya berjanji pada istrinya dengan segenap jiwa dan raga. Istrinya hanya mengangguk mempercayai perkataan Fengying sepenuhnya. Kavya yakin suaminya tidak akan mengingkari janjinya lagi. Kaum wanita memang lemah terus saja mempercayai kata pria bahkan jika hanya kebohongan membuatnya bahagia dia akan percaya. ** Dekorasi di hotel berbintang begitu menyilaukan mata, tampak elegant dan terkesan mewah. Tema pernikahannya cukup unik dengan nuansa silver dan setiap sudut bunga warna merah muda menyilaukan mata menempel di dinding. Resepsi pernikahan itu sudah di hadiri oleh para tamu undangan yang tampak terpukau dengan sang mempelai yang cantik dan tampan. "Hari ini aku ingin menunjukkan pada dunia siapa istriku dan wanita cantik di sampingku ini adalah Kavya dia adalah pendamping hidupku. Terima kasih telah datang di acara kami. Silahkan menikmati hidangan yang di sajikan." Fengying berbicara di mikrofon dan semua orang di dalam ruangan itu hanya bertepuk tangan. Banyak kaum pria yang terpukau dengan Kavya, kecantikan wanita itu tidak perlu di ragukan lagi. Ia bagai peri dari khayangan dengan gaun siluet putih selutut tanpa lengan dan bando bunga di rambut indahnya yang di gerai sebagian. Fengying juga sangat keren dengan setelan jas silver dan dasi kupu-kupu bertengger di lehernya serta sepatu merk terkenal ia pakai. Di panggung itu hanya akan menjadi mimpi bagai dongeng yang tak mudah di lupakan oleh semua orang. Orang tua Fengying dan Raditya turut hadir mereka tampak bahagia Kavya sudah di perkenalkan di depan umum kecuali Helsi ia tak bahagia sedikitpun di pikirannya hanya ingin memberi Kavya pelajaran. Dendam tak mudah hilang begitu saja jika ini perkara kebencian
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD