Setelah mengelus penuh kasih kening lembut, dan hangat anaknya, dan memberi ciuman selamat tidur di kedua pipi kiri, dan kanan Amar. Inne beranjak dari atas ranjang besar Amar. Untuk malam ini, Inne ingin tidur sendiri. Perasaannya sedang kacau, dan Inne merasa sangat malu, dan lancang saat ini terhadap Akbar tadi. Inne dengan lancang meminta bantuan pada Akbar, setelah dari kejauhan dari dalam mobil ia mengenali sileut Athar yang mendekati mobil Akbar yang terpakir. Ia meminta bantuan yang memalukan pada Akbar agar Akbar mau menciumnya dengan sangat intim untuk di tonton oleh Athar. Inne menggelengkan kepalanya kuat, jangan mengingat hal yang memalukan itu lagi, ucap batinnya malu. "Mama sayang kamu,"bisik Inne lembut dengan tatapan yang menatap penub kasih sayang pada anaknya Amar

