40

1715 Words

EMPAT PULUH "Papi..."bisik Amar pelan dengan kedua mata kecilnya yang melirik-lirik kearah mamanya yang masih terlihat membeku di tempatnya. Athar yang sedari tadi menatap Inne secara terang-terangan dari ujung kaki hingga ujung kepala Inne, menoleh dengan berat hati kearah wajah sang anak yang barusan berbisik dengan suara yang amat pelan barusan tepat di depan telinganya. "Ya, Sayang. Ada apa?"Tanya Athar dengan nada lembutnya, dan senyum hangat khasnya yang tersungging begitu indah dikedua bibir, dan tergaris dengan jelas diraut wajahnya yang terlihat sangat bersemangat pagi ini. Melihat wajah Inne bagaikan suplemen pembugar, dan penambah stamina untuk dirinya yang terasa lelah, dan letih seperti orang yang tak punya gairah untuk hidup selama ini, selama Inne menghilang dari pan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD